Pelajari lebih lanjut tentang safety stop dan alasan Anda tidak boleh melewatkannya.
Anda mempelajari beberapa pelajaran penting saat menyelam dengan alat bantu pernapasan, tetapi bagian yang paling utama adalah Anda tidak boleh melewatkan safety stop.
Secara sederhana, safety stop adalah jeda yang dilakukan penyelam dengan alat bantu pernapasan sebelum naik ke permukaan.
Dalam artikel ini, kami telah mengumpulkan semua yang perlu Anda ketahui tentang alasan Anda harus selalu melakukan safety stop saat menyelam.
Apa Itu Safety Stop?
Safety stop adalah jeda selama tiga menit yang dilakukan setiap penyelam dengan alat bantu pernapasan pada kedalaman 15 kaki/5 meter sebelum kembali ke permukaan. Ini merupakan praktik yang sangat baik dan dianjurkan untuk dilakukan pada setiap penyelaman, terlepas dari kedalamannya.
Namun, mengapa hal itu begitu penting, Anda bertanya? Setiap kali menyelam, tubuh kita menyerap nitrogen tambahan karena kita hanya menghirup udara bertekanan. Semakin dalam atau semakin lama kita berada di bawah air dengan alat bantu pernapasan, semakin banyak nitrogen yang terserap.
Dan ketika Anda naik ke perairan dangkal, nitrogen tambahan mulai larut dari tubuh Anda, sehingga mengurangi tekanan udara yang diberikan oleh air di sekitar Anda.
Tahukah Anda apa yang terjadi ketika Anda mengocok botol soda lalu membukanya secara tiba-tiba? Hal itu mirip dengan saat Anda naik ke permukaan dengan cepat. Tekanan berkurang secara drastis, menyebabkan terbentuknya gelembung nitrogen di pembuluh darah dan jaringan tubuh kita. Anda juga harus tahu bahwa kondisi ini berbahaya ketika gelembung-gelembung tersebut terperangkap di dalam tubuh, karena dapat menyebabkan penyakit dekompresi atau “the bends”.
Itulah sebabnya disarankan untuk melakukan safety stop pada kedalaman 15 kaki/5 meter, karena hal ini memberi tubuh Anda waktu tambahan untuk mengeluarkan kelebihan nitrogen yang tersebar dalam sistem tubuh selama penyelaman. Memaksimalkan waktu untuk berhenti sejenak dan mendapatkan kembali kendali dapat membantu penyelam mempertahankan laju naik yang aman.
Tips Safety Stop yang Sempurna
Lakukan Sesuai Kecepatan Anda
Penting untuk tidak selalu terburu-buru saat melakukan safety stop. Disarankan untuk melakukannya secara bertahap dan tetap perlahan dengan kecepatan yang disarankan, yaitu 30 kaki per menit menuju permukaan, guna mencegah risiko cedera akibat pengembangan paru-paru.
Atur Waktu Safety Stop Anda
Anda harus selalu mengatur waktu safety stop. Komputer selam akan membantu melacak kedalaman dan safety stop pada setiap penyelaman. Anda dapat membeli H1+ terbaru kami di sini. Dirancang dengan mempertimbangkan keselamatan Anda, perangkat ini menampilkan kedalaman, suhu, dan durasi aktivitas secara real-time.
Cari Titik Referensi
Disarankan untuk tetap mengangkat kepala dan menempatkan pengukur kedalaman setinggi dada agar torso Anda berada pada kedalaman yang tepat saat mencapai 15 kaki. Anda juga dapat memeriksa sekitar untuk menemukan titik referensi pada kedalaman 15 kaki/5 meter yang dapat digunakan untuk menyelesaikan safety stop, seperti terumbu dangkal.
Menyelam dengan alat bantu pernapasan itu menyenangkan dan mengasyikkan…
Namun, selalu penting untuk mengikuti prosedur tertentu guna memastikan Anda menyelam secara bertanggung jawab dan aman.














Bagikan:
Berikut Tempat-Tempat Terbaik di Dunia untuk Freediving
MENYELAM 101: Manfaat Menyelam Bebas yang Mengubah Hidup